Happy Together, Stronger Forever

Kebersamaan yang menghadirkan tawa, tantangan, dan pembelajaran untuk memperkuat komunikasi serta kerja sama tim.

Kebersamaan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun tim yang solid. Semangat inilah yang hadir dalam Employee Gathering 2026 yang diselenggarakan pada 12-13 September 2026 di Ubaya Training Center (UTC). Mengusung tema “Happy Together, Stronger Forever”, kegiatan ini menjadi ruang bagi seluruh peserta untuk sejenak keluar dari rutinitas, saling mengenal lebih dekat, dan memperkuat kerja sama sebagai satu tim.

Perjalanan dimulai dengan berkumpul dan berdoa bersama agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.                                 

Potret saat sedang berdoa dan berkumpul bersama

Setelah menempuh perjalanan sekitar dua hingga tiga jam, rombongan tiba di UTC. Setelah menikmati makan siang dan beristirahat sejenak, para peserta kemudian menuju lapangan untuk memulai rangkaian kegiatan outbound.

                                       

Potret saat makan siang bersama

                                         

Potret saat berkumpul di lapangan sebelum memulai outbond

Keceriaan langsung terasa sejak sesi pemanasan. Peserta membentuk lingkaran besar dan mengikuti instruksi “hujan rintik-rintik”, “hujan deras”, “ombak”, hingga “badai” melalui gerakan bersama. Di balik keseruannya, tersimpan pesan sederhana namun kuat: ketika situasi menjadi semakin menantang, kekuatan tim akan terasa ketika setiap orang saling menopang dan bergerak bersama.

                                       

Potret saat pemanasan outbond

Peserta kemudian dibagi menjadi kelompok beranggotakan sekitar sepuluh orang, memilih ketua, menentukan nama kelompok dengan nama hewan, dan mengikuti permainan fokus dengan menirukan suara kelompok masing-masing. Suasana semakin meriah ketika kelompok Garangan menjadi pemenang pada sesi tersebut.

                                         

Potret saat mengikuti permainan fokus

Pembelajaran yang lebih dalam hadir melalui permainan “si buta, si tuli, dan si bisu”. Setiap kelompok harus melewati rintangan dengan keterbatasan peran yang berbeda. Permainan ini menegaskan pentingnya komunikasi dan kepercayaan dalam menyelesaikan masalah. Setiap orang memiliki cara belajar dan kecepatan beradaptasi yang berbeda; ada yang cepat memahami melalui pengamatan, sementara yang lain membutuhkan arahan lebih rinci dan pengalaman langsung. Dalam tim, perbedaan tersebut bukan kelemahan, melainkan bagian yang perlu dipahami agar setiap orang dapat berkontribusi secara optimal.

                                         

Potret saat mengikuti permainan si buta, si tuli, dan si bisu

Pesan tentang pentingnya kerja sama kemudian dilanjutkan melalui berbagai tantangan kelompok yang membutuhkan komunikasi, koordinasi, dan keterlibatan setiap anggota. Salah satunya adalah permainan bola yang dimainkan oleh tim beranggotakan sekitar 10–11 orang.

                                         

Potret saat mengikuti permainan lempar bola

Dalam permainan ini, peserta secara bergantian melambungkan bola secara diagonal kepada rekan satu tim. Menariknya, tidak ada aturan atau SOP yang benar-benar mutlak sejak awal. Setiap kelompok justru diberi kesempatan untuk berdiskusi dan menyusun cara bermain yang paling efektif agar seluruh anggota mendapat kesempatan untuk melempar maupun menerima bola. Sebelum melempar, peserta harus menyebutkan namanya sendiri kemudian nama rekan yang akan menerima bola, misalnya “Novi kepada Vira”. Setelah berhasil menerima bola, peserta kemudian memberikan apresiasi dengan mengucapkan, “Terima kasih, Novi.” Kesederhanaan permainan ini membawa pesan yang cukup kuat: kerja sama dimulai dari mengenal satu sama lain, berkomunikasi dengan jelas, serta membangun kebiasaan untuk menghargai kontribusi rekan sekecil apa pun.

                                           

Potret saat mengikuti permainan menyusun lego

Tantangan berikutnya adalah permainan menyusun Lego. Dalam permainan ini, peran anggota kelompok dibagi secara khusus. Dua orang diperbolehkan melihat bentuk susunan Lego asli yang menjadi acuan, sementara dua orang lainnya bertugas menyusun Lego tanpa melihat contoh tersebut secara langsung. Anggota kelompok yang lain berperan sebagai penghubung informasi dan secara bergantian menyampaikan petunjuk dari peserta yang telah melihat susunan asli kepada peserta yang bertugas menyusun. Tantangannya bukan hanya mengingat bentuk Lego, tetapi juga bagaimana informasi dapat disampaikan dengan jelas, diterima dengan benar, lalu diterjemahkan menjadi tindakan yang sesuai. Dari permainan ini, peserta belajar bahwa keberhasilan sebuah pekerjaan sangat bergantung pada kualitas komunikasi dan kesamaan pemahaman, karena informasi yang kurang jelas atau berbeda penafsiran dapat menghasilkan eksekusi yang jauh dari tujuan awal.

Keseruan kemudian berlanjut pada tantangan menyusun gelas berisi air menjadi piramida dengan formasi 4-3-2-1.

                                           

Potret saat mengikuti permainan menyusun piramida 4-3-2-1

Berbeda dari permainan sebelumnya, setiap anggota kelompok memegang satu hingga dua tali yang terhubung pada alat untuk mengangkat gelas. Gelas tidak boleh dipindahkan secara langsung menggunakan tangan sehingga setiap gerakan harus dilakukan melalui tarikan dan kenduran tali secara bersama-sama. Seluruh anggota perlu menyesuaikan kekuatan, arah, serta waktu gerakan agar gelas dapat terangkat, dipindahkan, dan ditempatkan secara tepat tanpa menjatuhkan atau menumpahkan air di dalamnya. Permainan ini menjadi gambaran sederhana bahwa sebuah tujuan bersama tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan satu orang; diperlukan koordinasi, kepemimpinan, kemampuan mendengarkan instruksi, serta kesediaan setiap anggota untuk menyesuaikan langkah demi keberhasilan tim.

Setelah outbound, seluruh peserta mengabadikan kebersamaan melalui foto dan video bersama.                                             

Potret saat mengabadikan momen bersama setelah outbond

Malam harinya, suasana semakin hangat melalui makan malam, hiburan, bernyanyi, dan penampilan perwakilan kelompok. Bapak Andre mewakili manajemen turut memberikan sambutan dan motivasi sebelum malam ditutup dengan tawa, nyanyian, dan kebersamaan yang penuh energi.

Employee Gathering 2026 bukan sekadar kesempatan untuk bersenang-senang. Setiap permainan, tantangan, dan percakapan menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi tumbuh dari orang-orang yang saling percaya, saling mendengar, dan saling mendukung. Ketika kebersamaan membuat kita lebih bahagia, kerja sama membuat kita lebih kuat. Happy Together, Stronger Forever – bersama dalam kebahagiaan, semakin kuat untuk melangkah ke masa depan.